article / Garden / Menghasilkan Tanaman Pangan Selama Masa Pandemi Di Rumah
19 April 2020 9K Views

Menghasilkan Tanaman Pangan Selama Masa Pandemi Di Rumah


Dampak pandemi corona atau covid 19 di Indonesia menghujam bangsa Indonesia. Yang paling mengerikan wabah itu akan masuk sendi-sendi kehidupan masyarakat, termasuk membuat rapuh ketahanan pangan nasional. Virus corona juga sudah merusak tatanan kehidupan sosial bermasyarakat, di antaranya hilangnya kepercayaan terhadap orang di sekitar kita apalagi yang baru kita kenal. Rasa saling curiga secara naluri akan menerapkan social distancing.

Apa yang terjadi jika PPBB diberlakukan, yang pasti akan banyak pembatasan kerumunan orang, termasuk di pasar akan diberlakukan social distancing atau jaga jarak sosial. Dengan memanfaatkan tepat kosong di sekitar rumah, kita bisa banyak berkreasi dengan tanaman, banyak teknologi tepat guna pertanian yang dapat diterapkan, apa saja metode budidaya yang bisa diterapkan dirumah. Cekidot…

  1. Metode Budidaya Tanaman Buah dalam Pot (tabulampot)

Tanaman buah biasanya berpostur tinggi dengan perakaran dalam. Tanaman ini membutuhkan ruang tumbuh yang cukup luas. Hal ini tentunya menyulitkan bagi penduduk perkotaan dengan lahan yang sangat terbatas. Sejak tahun 1970-an, berkembang metode menanam buah dalam lingkungan terbatas atau tabulampot. Metode ini terus berkembang, baik dari sisi teknologi maupun jumlah jenis buah yang bisa dijadikan tabulampot. Saat ini, banyak bermunculan penyedia bibit tabulampot. Dalam berbagai pameran pertanian, tabulampot selalu jadi incaran favorit. Pehobi tertarik pada tabulampot untuk alasan fungsional maupun estetika.

 

Terdapat beberapa jenis tanaman buah yang lazim dijadikan tabulampot. Tingkat keberhasilan berbuahnya dikategorikan mudah, sulit dan belum berhasil. Beberapa tanaman dengan kategori mudah berbuah diantaranya jeruk, belimbing, sawo, mangga, jambu biji dan jambu air.

 

Copyright by 8villages.com

 

Copyright by IDN times.com

 

  1. Sistem Aeroponik untuk Budi Daya Tanaman Sayur

Aeroponik merupakan suatu cara bercocok tanam di udara tanpa mengunakan tanah. Di dalam aeroponik, tanaman tidak diberi media untuk tumbuhnya akar, melainkan dibiarkan terbuka dan menggantung pada suatu tempat yang telah dijaga kelembabannya.

Sebenarnya, sistem aeroponik ini tidak jauh berbeda dengan sistem hidroponik. Hanya saja, sistem aeroponik ini memerlukan air yang sudah berisi larutan hara yang nantinya akan disemburkan ke akar tanaman dalam bentuk kabut. Selanjutnya, akar tanaman yang ditanam menggantung akan menyerap larutan hara tersebut. Untuk memulai budi daya dengan sistem aeroponik, ada beberapa hal yang perlu disiapkan terlebih dahulu. Beberapa di antaranya adalah menyiapkan alat-alat seperti jaringan irigasi sprinklerjet pump, nozzle sprinkle, PVC, rockwoolstyrofoam, larutan nutrisi dan benih tanaman.

 

Copyright by 8villages.com

 

Copyright by karungberasmurah.com

 

  1. Metode Tanaman Hidroponik

Hidroponik adalah suatu budidaya menanam dengan mamakai (memanfaatkan) air tanpa memakai tanah dan menekankan penumbuhan kebutuhan nutrisi untuk tanaman. Kebutuhan air pada tanaman hidroponik lebih sedikit dibandingkan kebutuhan air pada budidaya dengan memakai media tanah. Hidroponik memakai air yang lebih efisien, jadi sangat cocok diterapkan pada daerah yang mempunyai pasokan air yang terbatas. Tanaman yang dapat tumbuh diantara lain Paprika, Tomat, Timun Jepang, Melon, Terong Jepang, Selada.

Copyright by grid.id

Copyright by seruni.id

 

Itulah beberapa metode penanaman tanaman pangan selama mas pandemi berlangsung seperti sekarang, apakah Anda tertarik membuat ini di rumah Anda???

 


Tulisan ini adalah tulisan dari pembaca furnizing, isi dari tulisan di luar tanggung jawab redaksi. Ingin membuat tulisan kamu sendiri? Klik di sini sekarang!
M. Choirul Maruf
Content writer, art enthusiast, loves to write to heal und liebe alles über Deutschland

LEAVE A COMMENT


Comment


invisible hit counter