article / Building / Renovasi Interior Rumah Hunian di Jepang yang Minimalis dan Pas Untuk Dijadikan Inspirasi Anda!
13 Agustus 2018 14K Views

Renovasi Interior Rumah Hunian di Jepang yang Minimalis dan Pas Untuk Dijadikan Inspirasi Anda!

Rumah yang berlokasi di Suita, Jepang ini memiliki desain yang minimalis setelah direnovasi dari tampilan khas Jepangnya. Hunian seluas 92 meter persegi ini memiliki dua lantai yang dirombak ulang dari fungsi hingga tampilannya. Alts design office sebagai biro arsiteknya berhasil menuangkan ide cantik untuk hunian agar terasa lebih indah dan juga nyaman.

Dari luar, rumah ini tampak biasa saja. Serupa dengan rumah disekitarnya yang tidak terlalu mencolok. Jarak antar rumahnya sangatlah sempit, ditambah lagi lahan di area ini cukup mahal sehingga orang yang membeli rumah disekitarnya akan memilih untuk renovasi dibandingkan membangun ulang. Dengan area masuk memanjang dan taman kecil di depan dan samping huniannya. Meski pada bagian depan hanya tampak jalan setapak yang sempit, namun Anda akan kagum melihat bagian dalam rumah ini.

Hunian ini sudah berdiri semenjak tahun 1981 dan sudah menggunakan struktur bangunan tahan gempa. Tentunya renovasi rumah ini pun juga harus memikirkan struktur yang dibutuhkan agar tetap tahan oleh guncangan gempa seperti semestinya rumah dari awal.

Setelah memasuki pintu huniannya, Anda akan dengan mudah melihat perbedaan renovasi huniannya. Seperti hunian Jepang pada umumnya, terdapat area 'genkan' atau kita kenal sebagai area mudroom, dimana sepatu dapat dilepas dan tersusun rapi pada raknya. Tidak hanya itu saja, adapun almari penyimpanan berbagai keperluan saat akan keluar seperti jas hujan ataupun jaket sehingga memudahkan penghuni ketika keluar-masuk rumah. Pada bagian ini lantai hunian masih berupa tampilan bata yang menunjukan keserasian dengan bagian luarnya serta menjadi pembatas bagian untuk area dalam huniannya.

Di bagian koridornya tampak sekeliling ruangan dibalut dengan warna putih. Ruangan yang sempit ini pun terasa luas dan terang, ditambah dengan adanya cahaya dari jendela di area tangganya. Selain warnanya, adapun tangga diubah menjadi lebih aman dan nyaman dengan adanya penutup disetiap anak tangganya. Pastinya jika Anda memiliki buah hati yang masih kecil, desain tangga akan sangat berpengaruh di dalam rumah.


Pada desain sebelumnya, ruang koridor dengan nuansa yang lebih gelap ini menggunakan material kayu untuk lantai dan juga tangganya. Tidak hanya tampilannya saja yang direnovasi, namun juga fungsi lantainya pun berubah. Ruang tamu dan juga dapur yang tadinya berada di lantai ini dialihfungsikan sebagai kamar tidur. Sehingga pada lantai ini terdapat tiga buah kamar tidur dengan kamar mandi luar. Tentunya hal ini menjadi sesuatu yang unik karena area lantai ini pun menjadi area privat bagi penghuninya.

Kamar mandi dan juga area wastafel di lantai dasarnya pun tampak sangat terang dan nyaman untuk penghuni. Anak pun tentu tidak akan takut dengan suasana hunian yang terang dan tampak luas ini. Tentu saja lantai dasar ini mengalami perubahan yang cukup signifikan seperti adanya penambahan partisi dan pengalihan fungsi ruang sehingga kebutuhan penghuninya tercukupi. Desain yang minimalis tentu akan mempermudah pemilihan material dan juga tampilan yang sesuai dengan struktur awal bangunan sehingga esensi rumah tahan gempa tidak menghilang karena konstruksi yang kuat.

Untuk area lantai duanya, juga dirombak cukup banyak. Lantai yang tadinya memiliki tiga buah ruang terpisah, dijadikan satu sehingga partisi ruangannya pun dibongkar. Dua ruang dengan tatami (alas lantai khas Jepang) berubah menjadi dapur, ruang makan, dan juga ruang kerja. Sedangkan ruang yang awalnya berfungsi sebagai kamar tidur berubah menjadi ruang keluarganya.


Ruang di lantai atas ini memiliki area yang sangat luas dan juga lapang. Antara ruangan dengan tangganya dibatasi dengan rak kayu yang dipenuhi oleh berbagai macam buku bacaan koleksi penghuni, kotak mainan, dan juga penyimpanan berbagai peralatan dan kebutuhan. Raknya terlihat sangat rapi dengan penggunaan kotak anyaman ataupun kotak putih untuk menaruh segala perlengkapan. Warna senada itu membuat ruangan terasa tetap kalem dan nyaman dipandang.

Salah satu keuntungan lantai ini dibuat terbuka adalah cahaya dapat maksimal masuk yang kemudian terpantulkan ke segara arah sehingga setiap sudut dan sisinya terasa terang dan lapang. Seperti pada bagian ruang keluarga, terdapat tiga buah jendela dari ketiga sisinya. Jendela pada bagian rak buku pun dihias dengan apik sehingga tidak tertutup dengan hiasan atau pajangan di sekitarnya.


Ruang keluarga ini memiliki lantai yang lebih tinggi dibandingkan ruang makannya. Adanya perbedaan ketinggian itu pun menjadi pembatas antar ruangnya. Sofa memanjang yang nyaman, serta televisi menjadi pelengkap di dalam ruang. Tidak hanya lantai saja yang tampak berbeda, namun juga pada bagian langit-langitnya dimana di ruang keluarga plafon mendatar sedangkan ruang makan dan dapur dirancang dengan mengekspos strukturnya.

Untuk ruang makannya, terdapat meja makan dari kayu dan juga berbagai macam kursi dengan warna dan bentuk yang beragam. Kursi tersebut tentunya menjadi penyesuaian karena penggunanya adalah anak-anak. Lantai kayu yang berwarna soft, serta cahaya dari luar menjadikan tampilan ruang yang santai. Lampu gantung turut menghiasi ruangnya.

Dapur yang berada di bagian paling belakang ini dibatasi dengan dinding dengan tinggi sekitar 1,5 meter sehingga area dapur tidak terlalu terekspos. Berbagai macam peralatan dapur dan juga furniturenya pun disesuaikan dengan warna putih. Cahaya yang masuk pun menjadikan dapur sangat nyaman untuk beraktifitas.

Adapun masih di area yang sama, terdapat meja putih di dekat jendela yang menjadi area ruang kerja sang ayah. Layar monitor pun diletakkan pada dinding sehingga tidak menganggu kenyamanan saat bekerja karena cahaya yang terlalu terang. Jendela yang dapat dibuka pun bisa memberikan udara segar ke dalam huniannya.

Ruang terakhir yang terdapat di lantai dua ini adalah toiletnya. Tentu saja toilet dibutuhkan pada area ini karena akan sangat tidak nyaman jika harus naik-turun tangga saja untuk menuju ke ruang tersebut. Toilet satu ini dilengkapi dengan toilet duduk dan juga wastafel. Pada bagian dinding, terdapat rak terbuka untuk menyimpan berbagai macam keperluan toilet. Ruang memanjang ini didesain dengan baik dan juga sederhana.

Melihat tampilan rumah Jepang yang cukup minimalis ini, tentunya hunian ini dirancang dengan baik oleh sang arsitek dari Alts Design Office. Dengan memanfaatkan berbagai ruang kecil, perpaduan warna ruang dan material, serta pemaksimalan cahaya yang tentunya sangat jauh berbeda kenyamanannya dengan desain hunian sebelumnya. Material pada interior hunian sebelumnya pun juga digunakan kembali sehingga akan memberikan perasaan nostalgia.

sumber: S house Renovation


Tulisan ini adalah tulisan dari pembaca furnizing, isi dari tulisan di luar tanggung jawab redaksi. Ingin membuat tulisan kamu sendiri? Klik di sini sekarang!
Sarah Dwi Putri
A dreamer | Art | Travel | Architecture | Writer | Filmaker

LEAVE A COMMENT


Comment


invisible hit counter