article / Building / Rumah Dengan Lebar Bangunan 3,4 Meter Ini Memiliki Fasad dan Interior yang Atraktif
21 April 2019 13K Views

Rumah Dengan Lebar Bangunan 3,4 Meter Ini Memiliki Fasad dan Interior yang Atraktif

Pasangan arsitek dari Belanda, Gwendolyn Huisman dan Marijn Boterman mendesain rumah yang ramping di Rotterdam untuk mereka huni. Dengan ukuran lahan lebar 3,4 meter dan panjang 20 meter, diapit dua bangunan yang tinggi. Maka dari itu pasangan ini membuat rumah menjadi tiga lantai.

Bisa diliat dalam foto, rumah tersebut dilingkupi dengan material bata berwarna hitam dengan bukaan jendela yang cukup besar. Hal ini dikarenakan sang arsitek ingin membuat rumah yang ramping ini mendapatkan pencahayaan maksimal dari luar gedung dan juga bangunan tetap terlihat megah.

Penggunaan batu bata pun diterapkan untuk menyesuaikan lingkungan rumah di sekitarnya. Arsitek ingin mendesain rumah yang tampak modern sehingga memiliki identitas tersendiri namun juga tidak melupakan sejarah dari lingkungan tersebut. Ditambah pula arsitek ingin menyajikan rumah ramping yang dapat memenuhi segala aktivitas kehidupan sehari-hari.

Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan untuk rumah yang ramping ini adalah struktur bangunannya dikarenakan proporsi bangunan yang panjang ke belakang. Pada fasad depan dan belakang bangunan dilengkapi dengan struktur slab beton yang dibuat secara vertikal langsung menuju ke pondasi yang masif.

Hal ini dilakukan agar beban yang diterima bangunan akan langsung tersalurkan ke tanah. Tak lupa juga struktur ini akan membuat arsitek dapat mendesain bukaan jendela yang besar pada kedua fasadnya.


Pada lantai dasar, digunakan sebagai ruang makan, dapur dan entrance. Saat masuk ke dalam rumah, pengunjung akan dihadapkan pada area depan yang digunakan juga sebagai garasi dan almari penyimpanan bermaterial plywood. Plywood ini sendiri digunakan sebagai pelapis kolom core beton yang terbangun dari bawah hingga atas bangunan.

Setelah entrance maka akan terlihat ruang makan yang kecil namun cukup untuk beberapa orang. Sedangkan dapur juga dibuat mini pada core bangunan. Penggunaan berbagai warna pada furniture membuat ruang serba putih ini terlihat lebih hidup.

Tangganya sendiri didesain berbentuk huruf L sehingga berada di lantai atasnya, ruangan terbagi menjadi dua sisi. Untuk lantai kedua terdapat ruang baca dan juga ruang keluarga.


Ruang baca terletak pada area depan bangunan. Jendela pada fasad dibuat menjorok ke depan sehingga dapat digunakan juga sebagai tempat duduk. Hal unik lainnya, lubang kecil yang terbuat dari tumpukan batu bata ini ternyata memiliki jendela tersembunyi di dalamnya. Jendela ini hanya akan tampak dari luar ketika malamhari dan lampu dalam rumah dinyalakan. Jika tidak dari luar hanya tampak seperti permainan fasad saja.

Tentunya ruang baca tidak akan lengkap tanpa rak buku. Rak buku pada ruangan ini terletak pada core bangunan yang dilapisi dengan plywood. Sama seperti kolom sebelumnya pada ruang makan.


Lalu pada area keluarga juga terdapat rak buku dan sofa. Dapat dilihat juga tangga pada bagian dinding bangunan dibuat terbuka pada optrede nya yaitu bagian langkah naik sehingga cahaya skylight pada void tangga utama dapat maksimal dari atas menuju ke lantai dasar.

Tidak lupa juga bagian menarik lainnya dari rumah ini adalah bagian void pada ruang keluarga ini diletakkan hammock yang menghadap ke jendela kaca besar menuju ke halaman belakang rumah. Dapat digunakan untuk bersantai sambil menikmati pemandangan. Dan pada bagian bawah yaitu lantai dasar, ruangan yang difungsikan sebagai ruang makan tersebut juga dilengkapi dengan pintu-jendela lipat sehingga dapat dibuka selebar mungkin.

Pada bagian lantai paling atas terdapat dua kamar tidur dan juga kamar mandi. Pada kamar tidur utama tampak area shower yang hanya dilingkupi dengan material kaca. Pada samping area shower ini terdapat area bathtub dan juga wastafel. Sedangkan pada kamar tidur yang lebih kecil, kolom core plywood digunakan sebagai toilet dan juga lemari pakaian.

Area bathtub dinaikkan sehingga tidak langsung berbatasan dengan lantai pada bangunan. Dilengkapi dengan skylight pada bagian atas bathtub, memberikan pemandangan langit dan sekitarnya yang memberikan kesan alam dan natural saat mandi dan bersantai di bak ini. Ditambah juga untuk memaksimalkan pencahayaan pada bagian kamar mandi. Pewarnaan pada kamar mandi membuat terlihat lebih hidup dan juga modern.

Perletakkan ruang pada setiap lantai juga sudah dipertimbangkan melalui kebiasaan sehari-hari berdasarkan waktu kegiatannya. Seperti halnya lantai dasar berupa entrance dan dapur, lalu ruang baca dan keluarga yang biasa digunakan sore hari serta kamar tidur dan kamar mandi pada lantai paling atas. Sesuai sekali dengan siklus keseharian pemilik bangunan.

sumber: skinny home, rotterdam


Tulisan ini adalah tulisan dari pembaca furnizing, isi dari tulisan di luar tanggung jawab redaksi. Ingin membuat tulisan kamu sendiri? Klik di sini sekarang!
Sarah Dwi Putri
A dreamer | Art | Travel | Architecture | Writer | Filmaker

LEAVE A COMMENT


Comment


invisible hit counter